Rabu, 28 November 2012

SISTEM KEKERABATAN PARENTAL (IPS)

Diposkan oleh Erma Monica di 23.59

SISTEM KEKERABATAN PARENTAL

Parental adalah systemkekerabatan yang menarik garis keturunan darikeduabelah pihak yaitu ayah dan ibu. System kekerabatan ini dianut oleh Sundan Jawa, Sunda Bugis, dan Makasar.
System kekerabatan Parental dibagi menjadi 4 yaitu;

1.       Ambilineal : yaitu system yang menarik garis keturunan keluarga dari pihak ayah/ ibu secara     
      bergantian.
2.       Konsentris : yaitu system kekerabatan yang menarik system hubungan keluarga. Contoh : Sunda yang mengenal istilah “SABONDOROYOT” yaitu satu keturunan dari nenek moyang yang dihitung 7 generasi.
3.       Primogenitur/Prigogenitur : yaitu system kekerabatan yang menarik garis hubungan keluarga dari ayah dan ibu yang usianya tertua saja (anak sulung). Contoh : dalam pembagian harta warisan hanya anak laki-laki atau perempuan sulung saja yang mendapatkannya.
4.       Ultimugenitur : system kekerabatan yang menarik garisketurunan hubungan ayah/ibu yang usianya muda saja (bungsu) jadi dalam pembagian warisan hanya anak laki-laki/perempuan bungsu saja.

SISTEM KEKERABATAN UNILATERAL
Yaitu pola hubungan kekeluargaan yang berdasarkan garis keturunan dari salah satu pihak,ayah atau ibu.Apabila dari garis bapak sistem kekerabatannya disebut Patrilineal
Apabila dari garis ibu sistem kekerabatannya disebut Matrilineal
Satuan sosial terkecil dari sistem kekerabatan unilateral disebut Klan. Dan ini sangat penting untuk mempertahankan hukum adat.
·         Patrilineal dianut oleh Batak, Flores, dan Minahasa.
·         Matrilineal dianut oleh Minangkabau.

SISTEM KEKERABATAN ALTENERED
Adalah system kekerabatan yang anggota-anggotanya menarik garis keturunan secara berganti-ganti sesuai dengan pola perkawinan yang diterapkan orangtua, maka Patrilineal dan Matrilineal berlaku bergantian.
Anak bias termasuk Patrilineal dari ayah tapi berikutnya masuk Matrilineal ibunya.
Indonesia tidak mengenal Altenered. Altenered ..
Altenered terbentuk :
1.       Kawin Semendo yaitu berdasarkan keturunan ibu.
2.       Kawin jujur yaitu berdasarkan keturunan ayah.
3.       Kawin Bebas/kawin Semendo Rajo-Rajo yaitu berdasarkan garis keturunan ibu dan ayah.

BEBERAPA MACAM BUDAYA LOKAL
1.       Labuhan Merapi
Dilaksanakan setiap tanggal30 rajab sebagai rangkaian upacara penobatan Sri Sultan. Upacara ini menyediakan macam-macam sesaji untuk dibawa ke Kendit gunung merapi olej juru kunci merapi untukpermohonan keselamatan.

2.       Ngaben
Upacara pembakaran mayat oleh penganut Hindu Bali. Dilaksanakan antara bulan Juni s-d September. Karena membutuhkan biaya sangat besar. Upacara potong gigi dilaukan oleh Hindu Bali yang akhir Baligh.
Lea : yaitu Mistisnya Bali/ Jin-nya Bali
Pada jaman dulu, jika suami dibakar maka istripun harus langsung menyeburkan diri kea pi.

3.       Tradisi Batakun Tawar Maayun
Dilaksanakan untuk dijadikan seorang anak didaerah Matrapura, Amuntaf.
Kandangan dan Banjarmasin(Kalimantan). Dalam upacar inidilaksanak juga Gurinmaayun (menidurkan anak padaayunan). Anak berusia 40  hari 5 tahun dilaksanak setiap tanggal 12 rabiul awal, yaitu kelahiran Nabi.

4.       Era-eraKurau (Tusuklah Telinganya)
Yaitu upacara tindik telinga untuk gadis yang menginjak dewasa pada suku warupen Irian Jaya.penusukan dilakukan oleh dukun Aebe Siewe. Yang dianggap memiliki kesaktian khusus. Makna dari upacara ini agar gadis dapat mendengarkan hal-hal yang baik dan dianggap sudah pantas untuk berumah tangga.

5.       Upacara Berokohan (Upacara Kelahiran Bayi)
Di daerah Jawa yang menyajikan dawet, gula jawa, kelapa, dan kembang setaman.

6.       Selapanan
Yaitu pemberian nama bayi yang baru lahir pada hari ke-39 setelah kelahiran.

7.       Tedhaksiten
yaitu upacara bayi berusia 5-6 bulan
susunan pada tedhaksiten yaitu ;
a.       Menginjajakkan kaki bayi ke tanah sebanyak 7 kali. Tujuannya agar dia dewasa tidak melupakan tanah.
b.      Menaikan bayi setahap demi setahap ke atas tangga tersusun 7.
c.       Memasukkan bayi beserta ibunyake dalam kurungan ayam dan disuruh memilih benda.
d.      Siraman memandikan bayi dengan air bunga agar hidupnya bersih dan lurus.

8.       Tetesan
Yaitu upacara khitanan untuk putrid raja yang berusia 8 tahun diadakan dibangsa pengatip sebelah selatan dalam Prabayeksa.  Upacara ini dihadiri oleh Gurwa Dalem, Putra Dalem,, Wayah (nenek), Buyut, dan Canggah. Selain itu dihadiri pula oleh Abdi Dalem Bedaya, Embah (Embok), Amping (Pembantu laki-laki), dan Abdi dalam Keparak.

9.       Supitan
Yaitu Khitanan untuk anak bangsawan yang berusia 14 tahun. Setelah itu harustinggal di kesaktian yang terpisah dari ibu dan sodara perempuannya.

1.   Terapan
Yaitu upacara inisiasi haid pertama bagi anak perempuan dilakukan di bangsa Tekar Kedaton Kulon, hanya dihadiri kaum wanita.


2 komentar:

Abner M. Napitupulu on 18 April 2013 02.33 mengatakan...

nice

putra wijaya on 6 Maret 2014 04.42 mengatakan...

thanks banget yaa ;)

Poskan Komentar

 

Erma Monica Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting